Luanda memang termasuk kota dengan biaya hidup tertinggi di dunia. Transaksi dilakukan dengan mata uang Kwanza yang mempunyai nilai tukar USD1=Kz80. Tetapi di toko-toko atau restoran bisa juga menerima US dollar.
Bila ditukar di bank, kita akan mendapatan rate sekitar Kz78. Karena itu biasanya di depan kantor bank akan dijumpai ibu-ibu yang menggendong tas besar. Mereka akan menerima penukaran mata uang tidak resmi dengan rate yang lebih tinggi dari bank. Biasanya mereka akan menawarkan Kz80 untuk setiap satu dollar. Ternyata, kita harus menawar, kalau beruntung kita bisa mendapatkan Kz82 untuk setiap satu dollar.
Di supermarket (supemercado) yang besar seperti Jumbo, Intermarket atau Shoprite, juga terdapat money changer yang menawarkan penukaran dengan nilai kurang lebih Kz80. Kalau kita membeli sesuatu di toko/restoran, mereka juga bervariasi menentukan nilai tukarnya. Kadang Kz78, kadangKz80 dan kalau sedang beruntung dapat Kz82.
Kebutuhan pertama adalah sarana komunikasi. Di sini akan dengan mudah mendapatkan kartu chip telepon genggam. Ada dua provider yaitu Unitel yang menyediakan layanan GSM dan Movicel yang menyedakan layanan CDMA seperti Fren di Indonesia. Movicel juga baru-baru ini meluncurkan layanan terbaru untuk akses data internet melalui handphone.
Seperti di Indonesia, di sini pun banyak dijumpai agen-agen penjual Unitel dan/atau Movicel di Luanda. Cuman repotnya, untuk mengisi pulsa dan mengecek pulsa hanya bisa dilakukan melalui suara dan berbahasa Portugis.
Harga handset Movicel relatif murah, bisa didapatkan USD25 (Rp 225,000) sudah mendapatkan handset dan nomernya. Untuk kartu perdana Unitel relatif lebih mahal, yaitu USD25 hanya untuk kartu perdana saja dengan isi USD10.
Iklan-iklan billboard dari Unitel dan Movicel juga relatif gencar. Mereka memasang billboard dan baliho hampir di seluruh penjuru Luanda dengan iklan-iklan yang kreatif dan menarik.
Sedangkan untuk komunikasi televisi, ada dua channel televisi yang dikelola pemerintah Angola. Iaitu TPA1 dan TPA2, TPA adalah singkatan dari Television Publica de Angola. Siarannya 18 jam sehari dari jam 6 pagi sampai jam 12 malam. Tetapi isinya kebanyakan berita propaganda pemerintah.
Untuk cable TV ada dua operator, yaitu Tvcabo dan DStv. Tvcabo adalah perusahaan dari Portugal, sedangkan DStv bermarkas di Afrika Selatan. Untuk berlangganan Tvcabo relatif murah yaitu hanya USD30 (Rp 270,000) per bulan dan sudah menikmati layanan basic yang berisi 42 channel. Kalau ingin menikmati film-film HBO (di sini namanya Mnet) dan film anak--anak harus merogoh kantong lebih dalam lagi yaitu USD90 (Rp 810,000) per bulan.
Tvcabo juga menyediakan layanan internet dengan biaya USD70 (Rp 630,000) perbulan dengan koneksi 24 jam dengan batas maksimum download 3GB per bulan. Koneksi internet lewat Tvcabo lumayan cepat dan saya bisa dengan mudah menonton Empat Mata dengan host Tukul Arwana di youtube.com. Paling hanya menunggu sekitar 3-4 menit supaya nontonnya lancar dan tidak terputus-putus. Koneksi internet juga sangat bagus untuk melakukan video conference lewat MSN Messenger dengan keluarga di tanah air.
Sunday, March 25, 2007
Uang dan Komunikasi di Luanda
Labels:
angola,
communication,
money
Subscribe to:
Post Comments (Atom)



0 comments:
Post a Comment