Friday, March 10, 2006

Kesejahteraan Rakyat

Prinsip ekonomi untuk kesejahteraan rakyat awalnya ditulis dalam buku tebal berjudul The Wealth of Nations oleh Adam Smith. Terjemahan kasar dalam bahasa Indonesia adalah Kesejahteraan Rakyat. Judul lengkap buku ekonomi klasik ini adalah An Inquiry Into the Nature and Causes of the Wealth of Nations. Adam menulis buku itu selama sepuluh tahun, mulai dari tahun 1766 sampai tahun 1776, menghabiskan umurnya dari 43 ke 53 tahun. Mungkin inilah energi dari mid-life dengan slogan life begin at forty.

Filosofi dasar dari Adam Smith bukanlah terletak pada pasar bebas sebagai invisible hand, karena prinsip tersebut hanya disebut sedikit saja dalam buku itu. Tetapi justru prinsip invisible hand ini yang dianggap sebagai fundamen dari pemikiran Adam Smith.

Justru pada bab awal (Introduction and Plan of The Work), Adam menyebutkan prinsip-prinsip ekonomi dasar untuk menuju rakyat yang sejahtera. Prinsip itu adalah keseimbangan produksi dan konsumsi, manajemen tenaga kerja (division of labor), manajemen modal dan prinsip kedaulatan di tangan rakyat.

Keempat prinsip itu merupakan fondasi bagi majunya ekonomi rakyat. Namun sayang, agaknya konsep ini kurang dipahami secara baik sehingga cenderung mengabaikan salah satu faktor dasar tersebut. Untungnya, sekarang ini mulai muncul kesadaran bahwa manajemen tenaga kerja atau human resource management merupakan suatu hal yang vital. Pekerja bukan lagi dianggap sekrup, tetapi sebagai resource (sumberdaya) penting bagi negara.

Faktor yang sering dilupakan, terutama oleh negara berkembang, adalah tentang manajemen modal. Modal sering disalahtafsirkan. Mungkin karena tipikal negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, tidak mempunyai akses kepada sumberdaya model sehingga kurang difahami dengan baik. Modal dianggap hal sepele, padahal tanpa modal tidak akan ada suatu usaha yang akan berjalan.

Modal dari negara lain juga sering dianggap sebagai bentuk penjajahan. Ini karena modal dianggap sebagai kepemilikan sebuah perusahaan atau institusi. Padahal penanaman modal asing merupakan indikasi kepercayaan akan roda ekonomi sebuah negara. Bila tidak ada kepercayaan, maka arus modal masuk pun akan berkurang atau tidak ada sama sekali.

Sungguh mengagumkan bahwa buku yang ditulis di akhir abad 17 bisa menjelaskan konsep dasar ekonomi untuk menuju kesejahteraan rakyat. Tentu saja buku ini menjadi acuan dasar untuk pemikiran ekonomi di masa modern ini. Sehingga bagus juga untuk dibaca dan difahami kembali untuk mengkaji kaidah-kaidah ekonomi.

Pengamatan Mr Smith dalam manajemen sumber daya manusia juga berdasar pada pengamatan pada beberapa sentra produksi di Inggris Raya jaman dahulu. Observasi yang mendalam tentang manajemen pabrik kala itu bisa disintesakan oleh Adam Smith dengan baik. Secara klasik, Adam menggunakan observasinya di "pin-making factory" (pabrik benik) untuk memberi contoh prinsip-prinsip manajemen modern.

Lalu konsep ekonomi apa yang bagus diterapkan di Indonesia? Apakah sistem ekonomi Pancasila?

0 comments: